WISATA MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE 47

Banner Muktamar Muhammadiyah ke 47Muktamar Muhammadiyah ke 47 akan dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2015 bertempat di Kota Ujung Pandang ( Makassar) Sulawesi Selatan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita | Tag | Meninggalkan komentar

Lima Tokoh Wanita Penting di bidang Tehnologi

Di dalam bidang yang satu ini, saat ini banyak sekali nama-nama perempuan yang memiliki peran penting. Dari Sheryl Sandberg yang bekerja sebaga COO Facebook ataupun Marissa Mayer  yang hingga sekarang menjabat sebagai CEO dari Yahoo. Namun, jauh sebelum kedua perempuan tersebut muncul, cukup banyak nama-nama lain yang juga turut berperan penting dalam mengembangkan teknologi hingga maju seperti sekarang.

Berikut ini adalah Lima Tokoh Perempuan Penting di Bidang Teknologi dari Zaman ke Zaman yang berhasil PG rangkum melalui mashable.

Ada Lovelace (1815-1852)

 Gambar

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berita | Meninggalkan komentar

Restorasi Meiji, Sebuah Pembelajaran bagi Indonesia

Ini adalah gabungan dari berbagai sumber yang menjelaskan tentang restorasi meiji.. suatu pembelajaran dari Jepang yang cukup baik untuk kita renungkan dan terapkan semangatnya bagi Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang kembali bangkit! Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dunia dalam prestasi…. Hidup Indonesia!
Perubahan adalah sebuah keniscayaan, perubahan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya perubahan maka dapat dipastikan bahwa manusia tidak akan bertahan. Bagitu juga dengan konteksnya dalam masyarakat. Masyarakat yang tidak mau berubah tidak akan mampu menghadapi perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, yang ada mereka akan tertinggal dan terus tertinggal. Melihat kepada keberhasilan manusia dan masyarakat Jepang yang cukup menarik perhatian umat manusia karena berbagai hal, bangsa Jepang telah membelalakkan mata dunia dengan menjadi bangsa yang pilih tanding dalam kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jepang juga mampu mereformasi pendidikan secara menyeluruh yang disesuaikan dengan dunia Barat. Keberhasilan Jepang sekarang ini tidaklah dapat dipisahkan dari kebangkitan bangsa Jepang dari keterpurukannya sebelum lahirnya era terang yang sering disebut sebagai “Restorasi Meiji”. Bangsa Jepang sebelum Restorasi Meiji adalah bangsa yang penuh carut marut konflik sosial dan konflik antar kelompok, termasuk carut marut ekonomi. Peristiwa Restorasi Meiji 1868 adalah sejarah agung manusia Jepang sesudah carut marut politik itu. Restorasi Meiji menjadi sejarah besar yang pengaruhnya begitu abadi bagi bangsa Jepang hingga saat ini. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

Jalaluddin Rumi, Menggapai Cinta Ilahi dengan Menari

Ia sufi besar, Penyair besar, dan Fuqaha yang Handal. Ia mendirikan tarekat Darwisy Berputar yang terkenal dengan tarian ritualnya.

Puisi karya Jalaluddin Rumi dikenal luas, dan menjadi sumber rujukan bagi setiap kajian mengenai dunia sufi selama beberapa abad terakhir. lahir pada 30 September 1207 M di Balkh (kini Afganistan) dari keluarga Bangsawan. Ayahnya Baha’ Walad, adalah seorang Fuqaha (ahli Fiqih) yang juga sufi dan mengajar syariat di masjid dan tempat umum lainnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tokoh | Meninggalkan komentar

Imam Ghazali, 40 Jilid, Kitabnya Musnah Dibakar

BAGIAN – 2 (Habis )

Di kalangan para sufi, Imam Ghazali adalah ikon tersendiri. Ia sangat produktif, sementara karya-karyanya sungguh luar biasa. Dalam beberapa tulisannya, tasawuf disuguhkan dalam penalaran dan argumentasi yang sungguh mencengangkan. Hampir semua karyanya menjadi rujukan dan bahan penelitian hingga kini.

Bagi Ghazali, tasawuf merupakan himpunan antara akidah, syariat dan akhlak. Baginya perjalanan spritual seseorang mampu menjernihkan hati secara berkesinambungan sehingga mencapai tingkat Musyahadah (kesaksian).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Tokoh | Meninggalkan komentar

Imam Ghozali, Filsuf besar dan Sufi Brilian berilmu Tinggi

BAGIAN – 1

Ia pembaharu tasawuf dan filsafat dalam Islam. Gagasan dan karya-karya Hujatul Islam ini, menjadi rujukan sampai sekarang.

Dalam rak-rak di sebuah toko buku, tampak berjejer buku-buku tentang sufi. Tetapi ada hal yang mencolok. Buku-buku karya Al-Ghazali begitu dominan. Hampir dua puluh buku karya ulama besar ini banyak diminati calon pembeli. Karya Imam Al-Ghazali memang menarik. Tulisannya tidak hanya memikat, tetapi juga selalu aktual sepanjang zaman. Tidak salah jika gagasan dan pikirannya tentang Tasawuf banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Imam Ghazali adalah ulama yang mampu mendiskripsikan tasawuf, syari’at dan Akhlak dengan jelas dan argumentatif.

Nama lengkapnya adalah Abu Hamid ibnu Muhammad ibnu Ahmad, lahir di Khurasan, Iran, pada tahun 450 H atau 1058 M. Karya masterpiece-nya Ihya Ulumuddin yang empat jilid itu menjadi bacaan wajib bagi orang-orang yang ingin belajar tasawuf. Ia hidup dalam keluarga yang sangat taat beragama. Ayahnya yang berasal dari desa Ghazalah adalah seorang pemintal Wool. Nama desa inilah yang kelak menjadi nama sebutan bagi anaknya, Abu Hamid, yaitu Ghazali.

Imam Al-Ghazali Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Meninggalkan komentar

POLEMIK AGAMA DAN NEGARA

Soekarno VS Natsir

Polemik agama dan negara antara Soekarno dan Natsir dimulai dengan munculnya artikel Soekarno, Apa Sebab Turki Memisah Agama dari Negara, pada tahun 1940. Menurut pengakuan penulisnya, artikel itu ditulis sekadar untuk memenuhi permintaan pembaca Panji Islam dan sebagai bahan pertimbangan saja tentang soal baik buruknya, benar salahnya agama dipisahkan dari negara.Dinyatakan pula bahwa Soekarno berusaha bersikap “netral”, tidak memihak atau menolak ide dan kebijaksanaan politik Kemal memisahkan agama dari negara, sebab ia telah membaca buku kurang lebih dua puluh judul tentang masalah itu namun belum dapat memberikan penilaian tentang baik buruknya ide dan tindakan Kemal tersebut.
Natsir dengan nama A. Muchlis (nama samaran) membantah pernyataan Soekarno. Artikel-artikel Soekarno menurut Natsir tidah hanya sekadar bahan pertimbangan untuk dipikirkan saja, melainkan pernyataan pemihakan terang-terangan Soekarno terhadap ide dan tindakan Kemal. Bagi Natsir, tidak mungkin orang sekaliber Soekarno, yang telah membaca kurang lebih dua puluh buku tentang masalah itu, tidak mampu mengemukakan pendiriannya. Natsir mengatakan, “Walau bagaiamanapun juga Ir. Soekarno mengingatkan bahwa hanya verslaggever dan blanko saja, tidak mengemukakan ordeelnya sendiri, setiap orang bisa “membaca” mana yang tersurat dengan yang tersirat, tak dapat tidak tentu sudah dapat mengambil konklusi, bagaimanakah pendirian Ir. Soekarno sebenarnya tentang pemisahan agama dan dengan negara itu sendiri.” (M. Natsir, Capita Selecta, (Jakarta: Bulan Bintang, hlm. 1973). Baca lebih lanjut

| Tag | Meninggalkan komentar